#HajjUnder30 (4) | Tak Muluk

Koper kecil berwarna biru, berhiaskan bordiran maskapai kebanggaan rakyat Indonesia telah siap untuk diangkut. 30 Agustus 2016, tak ada iringan bus yang beramai mengantarkanku di hari itu, tak seperti kebanyakan jama’ah, prosesi keberangkatan ini tak perlu muluk. Cuaca terlihat cerah, sekalipun mendung menggelayut, tak perlulah membawa payung.

Hujan rintik mengiringiku turun dari kendaraan, bersama ibu dan adik yang berkenan menunggu sampai masa pelepasan. Serangkaian prosesi keberangkatan menunggu untuk dijalankan, sebagian besar jama’ah kita terlihat sudah lanjut usia, terkantuk-kantuk sampai tiba masanya, memasuki bus dan bersiap meninggalkan kota tercinta. 

Satu hal yang wajib kusyukuri, 25 tahun adalah usia yang masih sangat timur untuk pergi ke tanah suci, tapi undangan Allah pada diri yang berlumur dosa dan fakir inilah yang telah menakdirkannya memenuhi panggilan Nabi Ibrahim (AS). Semoga Allah karuniakan pahala berlebih kepada mereka yang tetap bersikeras berangkat, sekalipun tubuh sudah menjadi tua dan lemah. Semoga Allah berikan kesembuhan dan kesehatan kepada mereka yang tetap menunaikan. 

(Bersambung) 

Advertisements

#HajjUnder30 (3) | Pulang

Penat merajai, setelah hari-hari dilalui dengan kecemasan dan kebimbangan, pengunduran diri dari tempat dimana saya mengais rejeki menjadikan rutinitas sehari-hari menjadi kosong dan hampa. Tanggal 22 Agustus 2016 menjadi tanggal terakhirku berada di kantor yang telah memberiku banyak pengalaman hidup. 

26 Agustus 2016, kuarungi pagi bersama abang ojek yang berkenan mengantarkanku ke stasiun pasar senen. Kereta pagi, kutojaya utara, berwarna oranye yang dijadwalkan bertolak pada pukul 05.30 telah menunggu, kuinjakkan kaki kedalam gerbong-gerbong kelas ekonomi yang sederhana dan bersahaja itu, lalu lalang orang dengan berbagai barang bawaan mulai memenuhi kursi-kursi hitam pudar yang tersusun rapi dua-tiga tiap barisnya. Ah, akhirnya aku akan pulang, ah sekalipun aku tak tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, kapan aku harus kembali ke Jakarta yang ramai dan penat, namun aku yakin, hal ini telah digariskan Illahi, aku pulang tanpa ada seorang teman pun yang tau kemana aku akan pergi. Tak ada sama sekali. 

(bersambung) 

#HajjUnder30 (2) | Review

image

“Getting The Best Out of Al-Hajj” by Abu Muneer Ismail Davids

After trying to search for a good book to assist me to better understand about the hajj rites and some sort of the preparation through the internet, finally I found a good resource! Alhamdulillah

This book provides a realistic view of Hajj as well as many useful information and suggestions about planning for the journey, what to expect and how to survive during Hajj.

I’m so lucky that I have to Thank God, even though this book is not yet available in my country, but through Amazon, I was able to get it, to read it *up till now* twice already! And I’m preparing now to read it for the third times by comparing it to the other resources.

A must have book for those who want to perform Hajj!

Gyeryongsan Mt.

It was just a random thought that lead me to do this weird pursuit. It was a sunny day in the sunday morning when I was completely clueless about what to do. In just a matter of second, I decided to pack my rucksack and then rushed to chase the bus to conquer one of the mountain in Geoje island. And then, here we go… to the mountain I hike, all alone | 등산해요~

DSCF6596_2
Magnificent Silvergrass
DSCF6772_2
In The End of The  Fabulous Autumn
DSCF6634_2
Meet The Strangers Passing By
DSCF6637_2
In a Rocky Road
DSCF6660_2
Hi..It’s Okay To Stop For A While
DSCF6632_2
To Think and Contemplate
DSCF6743_2
For Perhaps…
DSCF6765_2
You’ll See And Realize….
DSCF6713_2
How Blessed You Are Now